KITAINDONESIASATU.COM- Malam puncak Kirab Tatar Sunda bertema “Mahkota Ajeg Ki Sunda” digelar di Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026.
Sejak digelar 3 Mei 2026 dari Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung, Milangkala Tatar Sunda telah berhasil mengundang ribuan masyarakat untuk menyaksikan langsung Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.
Di Bandung, acara dimulai dengan penampilan kesenian Jawa Barat dan prosesi penaikan Mahkota Binokasih di Kiara Artha Park. Selanjutnya, rombongan kirab berjalan menuju Gedung Sate yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam momentum tersebut, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menaiki kereta kencana.
Jenal Mutaqin dan Denny Mulyadi menyapa warga Kota Bandung sekaligus menitipkan salam hangat dari warga Kota Bogor.
“Salam dari warga Kota Bogor, Kota Hujan. Doakan kami semua selalu sehat, para pemimpinnya juga sehat,” ucap Jenal Mutaqin.
Sesampainya di panggung utama Gedung Sate, ditampilkan pula kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, ditambah 11 penampilan dari daerah lain, termasuk seni Panarat yang dibawakan rombongan Kota Bogor.
Seni tari Panarat merupakan kesenian asli Bogor yang gerakannya terinspirasi dari aktivitas sehari-hari para petani saat memetik daun teh di perkebunan. Tarian ini memadukan unsur gerak dasar Jaipong dengan kreasi baru yang dinamis dan energik.
Sementara itu, di tengah prosesi kirab, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah menyiapkan konsep pembangunan pelataran di setiap daerah yang dilintasi Mahkota Binokasih.
Dedi Mulyadi juga berpesan kepada seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat untuk tetap menjaga setiap karya seni dan ruang hijau yang ada. (Nicko)


