Daerah

Semarang Lumpuh Diterjang Banjir, Wanita Diduga Terseret Arus Ditemukan Tewas

×

Semarang Lumpuh Diterjang Banjir, Wanita Diduga Terseret Arus Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini
BANJIR SEMARANG3
Dok. Banjir di Semarang.

KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur Semarang sejak Jumat (15/5) petang memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Ketinggian air bahkan mencapai 80 sentimeter hingga membuat rumah warga terendam dan arus lalu lintas lumpuh total.

Ruas jalan di kawasan Kalibanteng hingga Mangkang berubah bak lautan. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mogok setelah nekat menerjang genangan banjir yang terus meninggi.

Situasi makin mencekam setelah seorang perempuan diduga terseret arus banjir dan ditemukan meninggal dunia di kawasan Purwoyoso. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, relawan hingga petugas SAR langsung diterjunkan melakukan evakuasi dramatis di lokasi.

Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, membenarkan adanya penemuan korban hanyut tersebut. Namun hingga malam hari identitas korban masih belum diketahui.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa, mengungkapkan korban diperkirakan perempuan berusia sekitar 25 tahun. Jenazah ditemukan tersangkut di dekat kandang ayam dengan akses evakuasi yang sempit sehingga petugas harus melakukan proses penyelamatan secara estafet.

Korban diduga terseret arus banjir dari kawasan Industri Candi Ngaliyan hingga terbawa aliran Sungai Silandak sejauh sekitar dua kilometer.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar seorang relawan.

Selain menemukan jasad korban, tim SAR juga menemukan sepeda motor yang tergeletak di kawasan Candi, diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Banjir parah terjadi setelah hujan lebat memicu meluapnya Sungai Silandak dan jebolnya tanggul Sungai Plumbon. Akibatnya, permukiman warga di Kalibanteng Kulon, Mangkang, hingga kawasan Industri Candi ikut terendam.

Tak hanya permukiman, jalur utama seperti Jalan Gunung Jati dan jalur Pantura Semarang–Kendal juga ikut lumpuh akibat genangan setinggi 30 hingga 50 sentimeter. Kendaraan terpaksa berjalan merayap sehingga kemacetan panjang tak terhindarkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *