KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga pertengahan Mei 2026, jumlah jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi tercatat sebanyak 24 orang.
Meski demikian, pemerintah menyebut angka kematian pada musim haji kali ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat 15 Mei 2026 menjelaskan bahwa penurunan tren fatalitas ini tidak lepas dari pengetatan skrining kesehatan dan kesiapan layanan medis di lapangan.
Mayoritas jemaah yang wafat dilaporkan masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti diabetes, jantung, dan gangguan pernapasan, yang dipicu oleh faktor kelelahan serta adaptasi cuaca ekstrem.
Selain korban wafat, saat ini terdapat puluhan jemaah lain yang masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Saki Arab Saudi maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Pemerintah mengimbau seluruh jemaah yang berada di Tanah Suci untuk rutin mengonsumsi air minum demi menghindari dehidrasi dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.(*)
