KITAINDONESIASATU.COM – Dengan mudah Persebaya Surabaya membawa kemenangan besar 0-7 atas tuan rumah Semen Padang pada laga pekan ke-33 Super League, Jumat (15/5/2026).
Laga berlangsung pukul 15:30 WIB di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang menutup dengan pesta gol 0-7, sementara Semen Padang tak mampu menciptakan gol balasan.
Kemenangan ini merupakan kemenangan tersebesar dengan mencetak 6 gol sepanjang musim kompetisi dari 33 pertandingan yang dijalani di Super League 2025/2026.
Empat gol Persebaya tercipta dari hasil tendangan Francisco Rivera pada menit ke-15, Catur menit ke-18, Bruno Moreira Soares menit ke-62 dan Bruno Paraiba menit ke-67 mencetak 3 gol (huttrick).
Sejak menit pertama Bajol Ijo langsung tampil menekan, baru tiga menit laga berjalan, Persebaya mengancam lini pertahanan Kerbau Sirah.
Catur Pamungkas melakukan penetrasi dari sisi kanan menuju tengah lalu memberikan umpan kepada Bruno Moreira.
Sekali kontrol dan melewati kawalan lawan, Bruno melepaskan tendangan, namun, bola masih melambung di atas mistar gawang.
Kemudian menit ke-7, giliran Mihailo Perovic memperoleh peluang emas, sayang, tendangan jarak dekatnya masih mampu diblok pemain belakang Semen Padang.
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-15, berawal dari kombinasi satu-dua antara Milos Raickovic dan Mihailo Perovic.
Mihailo mengirim umpan terobosan yang diterima Milos, tanpa banyak sentuhan, Milos mengalirkan bola kepada Francisco Rivera yang berdiri bebas di depan gawang.
Rivera dengan mudah menaklukkan Achmad Iqbal, skor kemudian berubah untuk Persebaya menjadi 0-1.
Empat menit berselang, tim tamu kembali menghukum tuan rumah. Kali ini Rivera berganti peran menjadi kreator lewat umpan terobosan matang kepada Catur Pamungkas.
Lolos dari jebakan offside, Catur berlari masuk kotak penalti sebelum melepaskan sepakan mendatar ke tiang jauh. Bola bersarang mulus di gawang Semen Padang, Persebaya menjauh 0-2.
Semen Padang mencoba bangkit pada menit ke-26. Firman Juliansyah melepaskan tendangan melengkung dari sisi kiri mengarah ke tiang jauh. Beruntung Andhika Ramadhani sigap menepis bola.
Satu menit kemudian, Bruno Moreira hampir memperbesar keunggulan, ia menggiring bola dari tengah lapangan hingga mendekati kotak penalti sebelum mencoba mencungkil bola ke tiang jauh memanfaatkan posisi kiper yang maju.
Namun, Achmad Iqbal masih mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan, sehingga kedudukan tetap tak berubah.
Menit ke-36, Persebaya kembali mengancam lewat situasi bola mati. Tendangan sudut Rivera mengarah tepat ke depan gawang dan disambut sundulan Gustavo Fernandez, sayang, bola masih dapat diamankan Iqbal.
Tuan rumah sebenarnya sempat membobol gawang Persebaya pada menit ke-40 melalui Guillermo Fernández setelah menerima umpan Samuel Christianson Simanjuntak.
Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Samuel lebih dulu berada dalam posisi offside.
Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta, Persebaya menutup 45 menit pertama dengan keunggulan dua gol tanpa balas kedudukan tetap 0-2.
Kemudian setelah babak kedua Persebaya semakin agresif melakukan serangan, hingga berhasil mencetak dua gol menit ke 49 oleh Bruno Moreira Soares.
Pada menit le 60 salah satu pemain Semen Padang melakukan pelanggara keras hingga harus dikeluarkan dari lapangan, Ade Kristiano.
Situasi ini merubah permainan, setelah pemain lawan Semen Padang bermain dengan 10 pemain, Persebaya semakin meningkatkan serangan ke arah lawan.
Permainan menjadi tidak seimbang, Semen Pada yang sudah berakhir di Liga 1 Indonesia karena degradasi tampaknya semakin berat menghadapi Persebaya.
Pasca Ade Kristiano keluar dari lapangan serangan Persebaya membuahkan banyak peluang baru menit ke-62 Mihailo Perovic mencetak gol, kemudian disusul dua gol dari Bruno Paraiba menit ke-67 mendapatkan tendangan penalti dan menit ke-73 kembali mencetak gol hingga mencapai gol hattrick dimenit inyury time 90+2 hingga kedudukan berakhir dengan 0-7. **




