KITAINDONESIASATUCOM – Jalur Pantura Probolinggo kembali menjadi sorotan setelah dua kecelakaan maut terjadi dalam waktu berdekatan di kawasan Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Minimnya penerangan jalan dan banyaknya kendaraan besar yang parkir di bahu jalan diduga menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin dini hari, ketika seorang pengendara motor bernama Misbahul Ulum meninggal dunia usai menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang parkir darurat di tepi jalan.
Truk tersebut berhenti karena mengalami kerusakan pada bagian gardan saat melintas dari arah barat menuju timur.
Warga Soroti Minimnya Lampu Jalan di Jalur Pantura Probolinggo
Kondisi jalan yang gelap pada malam hingga dini hari disebut membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Akibatnya, kendaraan yang berhenti di pinggir jalan sulit terlihat, terutama bagi pengendara motor yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Beberapa hari sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di lokasi yang sama. Seorang pengendara motor lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah menabrak truk gandeng yang parkir di bahu jalan Pantura.
