KITAINDONESIASATU.COM – Persaingan menuju gelar juara Indonesia Super League (ISL) musim 2025/2026 benar-benar mencapai titik kritis. Menjelang dua laga penentuan terakhir, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda terlibat pertarungan sengit dengan kondisi yang nyaris tak terpisahkan di papan klasemen.
Hingga pekan ke-32, kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin. Meski begitu, Persib masih sedikit di atas angin dengan bertengger di puncak klasemen berkat keunggulan head-to-head atas Borneo FC.
Borneo FC Samarinda menunjukkan mental baja saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (11/5) malam. Sempat tertinggal lebih dulu, tim asuhan Fabio Lefundes berhasil membalikkan keadaan secara dramatis dan menutup laga dengan kemenangan 3-2.
Dua gol dari Mariano Peralta serta satu gol penentu dari Juan Villa menjadi pembeda dalam laga krusial tersebut. Lefundes mengapresiasi reaksi cepat timnya di babak kedua yang berhasil mengubah jalannya pertandingan.
“Kami melakukan penyesuaian saat jeda, dan setelah itu permainan sepenuhnya kami kuasai. Yang paling penting adalah tiga poin, dan kami berhasil mendapatkannya,” ujar Fabio.
Di sisi lain, Persib Bandung juga mencatat kemenangan penting dalam laga penuh tensi melawan Persija Jakarta. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20, Persib bangkit lewat aksi gemilang Adam Alis.
Gelandang tersebut mencetak dua gol cepat pada menit ke-29 dan 37 yang langsung membalikkan keadaan menjadi 2-1. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyebut laga itu sebagai duel yang sangat menguras energi.
“Ini bukan pertandingan yang indah, tapi sangat berat dan menuntut kerja keras. Adam Alis tampil luar biasa dan menjadi pembeda,” ujar Hodak.
Laga Penentuan Juara
Nasib gelar juara akan benar-benar ditentukan dalam dua pekan terakhir. Pada pekan ke-33, Borneo FC akan bertandang ke Persijap Jepara, sementara Persib harus menghadapi tantangan berat melawan PSM Makassar.
Puncaknya, pada 23 Mei, kedua tim akan menjalani laga penutup yang bisa menjadi penentu segalanya. Sedikit saja kesalahan, maka trofi bergengsi ISL musim ini bisa melayang ke tangan rival terdekat. (*)



