KITAINDONESIASATU.COM – Laporan terbaru mengungkapkan adanya peningkatan kasus bunuh diri di kalangan tentara dan aparat kepolisian Israel.
Sejak awal April 2026, tercatat belasan personel kehilangan nyawa akibat tindakan tersebut. Fenomena ini menambah daftar panjang kejadian serupa yang sebelumnya juga telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Tekanan Psikologis Diduga Jadi Faktor Utama
Dari data yang beredar, sebagian besar korban berasal dari kalangan militer aktif, sementara lainnya merupakan personel cadangan yang pernah terlibat dalam operasi di wilayah konflik seperti Jalur Gaza.
Selain itu, terdapat pula anggota kepolisian yang turut menjadi bagian dari angka tersebut, termasuk personel yang menjalani tugas wajib.
Tren ini menunjukkan adanya tekanan mental yang diduga kuat menjadi pemicu utama.
Beberapa kasus bahkan terjadi setelah para personel menyelesaikan masa tugas mereka, menandakan dampak psikologis yang berlanjut meski sudah tidak lagi berada di medan operasi.
Jika ditotal sejak awal tahun 2026, jumlah korban dari kalangan militer dan kepolisian terus bertambah. Bahkan pada tahun sebelumnya, angka kasus serupa tercatat sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Situasi ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental bagi aparat yang terlibat dalam konflik berkepanjangan.
Dukungan psikologis dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah meningkatnya kasus serupa di masa mendatang.(*)

