KITAINDONESIASATU.COM – Ketua DPR RI, Puan Maharani angkat suara keras usai mencuatnya kasus dugaan kekerasan anak di sebuah daycare di Yogyakarta. Ia mendesak pemerintah untuk segera menghadirkan fasilitas penitipan anak yang benar-benar aman, demi mencegah tragedi serupa kembali terulang.
Puan mengatakan, bahwa kebutuhan daycare kini makin mendesak, terutama bagi para ibu bekerja yang harus membagi waktu antara karier dan keluarga. Ia menegaskan bahwa keberadaan daycare yang aman bukan sekadar kebutuhan, melainkan amanat hukum dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak.
“Di era sekarang, ketika semakin banyak keluarga bergantung pada daycare, rasa aman seharusnya jadi jaminan paling mendasar dari negara,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/4).
Puan menilai, kasus di Yogyakarta menjadi alarm keras bahwa lonjakan kebutuhan layanan pengasuhan anak tidak diimbangi dengan kesiapan sistem perlindungan. Ia mengingatkan, negara punya kewajiban mutlak untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk saat berada di daycare.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa saat orang tua menitipkan anak, yang diserahkan bukan hanya pengasuhan—tetapi juga kepercayaan penuh atas keselamatan dan masa depan anak mereka.
Namun ironisnya, ketika justru ditemukan perlakuan yang menyimpang dari prinsip perlindungan anak, Puan menilai masalah ini tak boleh berhenti hanya sebagai kasus pidana semata.
“Ini bukan sekadar satu kasus, tapi soal standar pengawasan daycare secara nasional. Apakah sistem kita sudah siap mengikuti perubahan sosial?,” ucapnya.
Ia pun mendesak pemerintah agar tidak lagi menganggap daycare sebagai layanan pelengkap. Menurutnya, daycare harus diposisikan sebagai bagian strategis dalam ekosistem perlindungan anak, dengan sistem perizinan dan pengawasan yang jauh lebih ketat. (*)

