KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak goreng di pasar domestik mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga kemasan plastik yang dipicu naiknya harga energi fosil global.
Kondisi ini mulai berdampak pada beban belanja masyarakat, terutama untuk minyak goreng premium dan curah yang mengalami tren kenaikan sepanjang awal 2026.
Lonjakan biaya produksi disebut berkaitan dengan terganggunya pasokan bahan baku akibat gejolak geopolitik global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia naik tajam.
Kenaikan tersebut berimbas pada produk turunan seperti plastik yang menjadi komponen penting kemasan minyak goreng.
Di tengah kondisi itu, harga minyak goreng premium dan curah terus merangkak naik.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok hampir seluruh rumah tangga di Indonesia.
MinyaKita Masih Terkendali, Pemerintah Siapkan Antisipasi
Di tengah kenaikan harga minyak goreng premium, harga MinyaKita justru relatif stabil dan mendekati harga eceran tertinggi.
Stabilitas ini dinilai dipengaruhi efektivitas kebijakan pemerintah melalui domestic market obligation, pengendalian distribusi, dan pengawasan harga.
Meski begitu, ancaman kenaikan harga kemasan plastik berpotensi memengaruhi keberlanjutan harga MinyaKita ke depan.
