KITAINDONESIASATU.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa kondisi industri perbankan nasional tetap kokoh dan stabil di tengah eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Menanggapi kekhawatiran masyarakat, OJK menegaskan tidak ada fenomena penarikan dana secara massal (rush money) dari perbankan dalam negeri akibat ketegangan geopolitik global tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, Sabtu 25 April 2026 menyampaikan bahwa profil risiko perbankan masih terjaga dengan tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai. OJK terus melakukan pemantauan ketat terhadap potensi dampak rambatan dari fluktuasi pasar global, terutama terkait nilai tukar dan suku bunga.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perbankan Indonesia memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi tekanan eksternal berkat manajemen risiko yang prudent.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab terkait keamanan dana di bank. OJK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi berbagai skenario ketidakpastian global.
Kepercayaan nasabah diharapkan tetap terjaga karena sistem keuangan Indonesia didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.(*)


