KITAINDONESIASATU.COM – Aktivitas warga di Kabupaten Jember terganggu akibat putusnya jembatan penghubung antarwilayah. Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi dengan wilayah Ajung rusak setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Hingga kini, akses tersebut belum diperbaiki, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk beraktivitas.
Kondisi ini paling dirasakan oleh para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai demi menuju sekolah.
Tanpa jembatan, mereka terpaksa menggunakan rakit atau perahu sederhana agar bisa sampai ke tujuan. Situasi ini tentu menambah risiko sekaligus menyulitkan kegiatan belajar mereka.
Aktivitas Warga Terganggu, Harap Perbaikan Segera
Selain pelajar, warga dewasa juga harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Jumlah pengguna cukup banyak setiap harinya, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Sementara itu, bagi warga yang memilih jalur darat, mereka harus memutar hingga sekitar 10 kilometer, yang memakan waktu dan biaya lebih besar.
Kerusakan jembatan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya, namun tidak mampu bertahan lama akibat kondisi cuaca ekstrem dan banjir.
Masyarakat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar aktivitas kembali normal.
Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital karena menjadi jalur utama penghubung antarwilayah, terutama bagi pelajar yang membutuhkan akses aman dan cepat menuju sekolah.(*)

