Berita Utama

Menggali Jejak Sri Mulyani, Perjalanan Cemerlang Seorang Menteri Keuangan yang Mendunia

×

Menggali Jejak Sri Mulyani, Perjalanan Cemerlang Seorang Menteri Keuangan yang Mendunia

Sebarkan artikel ini
FotoJet 17 2
Sri Mulyani kena reshuffle.

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa ia diminta kembali untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan Sri Mulyani setelah pertemuannya dengan Prabowo pada Senin, 14 Oktober 2024.

Tak dapat dipungkiri, kualitas dan kredibilitas Sri Mulyani ngurus keuangan negara ini memang patut diacungi jempol.

Kiprahnya di dalam negeri dan di luar negeri sungguh sangat mengesankan.

Berikut sekilas rekam jejak Sri Mulyani;

Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung, pada 26 Agustus 1962. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ekonomi di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan melanjutkan studi di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Master of Science dalam Kebijakan Ekonomi pada tahun 1990, diikuti dengan gelar Ph.D. dalam bidang Ekonomi pada tahun 1992.

Sebagai seorang spesialis dalam penelitian keuangan publik, kebijakan fiskal, dan ekonomi tenaga kerja, Sri Mulyani terpilih menjadi Executive Director di International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group) sejak 1 November 2002.

Pada 21 Oktober 2004, ia mendapatkan penugasan pertamanya dalam kabinet sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Lalu, pada 5 Desember 2005, ia dilantik sebagai Menteri Keuangan. Selama masa jabatannya, Sri Mulyani berhasil menstabilkan ekonomi makro, menjaga kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman, dan mengelola utang dengan baik, sehingga membangun kepercayaan investor.

Reformasi yang ia lakukan di Kementerian Keuangan membawa perubahan fundamental, dan pada 18 September 2006, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia oleh Emerging Markets Forum dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank Group di Singapura.

Di tahun 2008, majalah Forbes menyebutnya sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia, dan Globe Asia menobatkannya sebagai wanita paling berpengaruh kedua di Indonesia pada Oktober 2007. Selain itu, ia juga diakui sebagai Menteri Keuangan terbaik oleh majalah Euromoney.

Pada tahun 2008, Sri Mulyani menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Kemudian, pada 1 Juni 2010, ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Pada 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo melantik Sri Mulyani kembali sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja.

Pada Februari 2018, ia terpilih kembali sebagai “Best Minister in the World” dalam World Government Summit di Dubai. Di bulan yang sama, Global Markets menobatkannya sebagai “Finance Minister of the Year – East Asia Pacific” selama pertemuan IMF-World Bank Group di Bali.

Pada 2019, ia dinyatakan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik oleh majalah FinanceAsia, sebuah penghargaan yang diraihnya tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya diterima pada tahun 2017 dan 2018.

Dalam ranah organisasi sosial, Sri Mulyani menjabat sebagai Co-Chair di Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development bersama Melinda Gates, dan juga Co-Chair di World Economic Forum on ASEAN. Ia menjadi anggota Dewan Inisiatif Generasi Tak Terbatas UNICEF dan terpilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia periode 2019-2023 pada Agustus 2019.

Pada 23 Oktober 2019, Sri Mulyani kembali dilantik sebagai Menteri Keuangan di periode kedua pemerintahan Joko Widodo, menjadikannya sebagai Menteri Keuangan keempat kalinya di kabinet yang berbeda. Di bulan Oktober 2020, Global Markets menobatkannya sebagai “Finance Minister of the Year – East Asia Pacific” atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pada Februari 2021, ia terpilih sebagai Co-Chairs Coalition of Finance Ministers for Climate Action (CFMCA) untuk periode 2021-2023, sebuah forum yang mendukung kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan publik guna mendorong aksi perubahan iklim di tingkat domestik dan global.

Pada 11 Oktober 2021, ia menerima Distinguished Leadership and Service Award dari The Institute of International Finance, penghargaan yang diberikan kepada individu-individu yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian global melalui kepemimpinan mereka.

Terakhir, pada 12 Desember 2023, Sri Mulyani dianugerahi gelar kehormatan Honoris Causa Doctor of Laws oleh Australian National University (ANU) sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam pembangunan ekonomi, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *