DaerahNews

Sukasari Bogor Sulap Limbah Jadi Cuan, Panen Ikan Lebih Cepat Berkat Maggot

×

Sukasari Bogor Sulap Limbah Jadi Cuan, Panen Ikan Lebih Cepat Berkat Maggot

Sebarkan artikel ini
IMG 20260421 WA0027
Lurah Sukasari, Surya Hasan, menjelaskan berbagai program kolaboratif mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pengembangan ekonomi warga. (Kis)

KITAINDONESIASATU.COM- Kelurahan Sukasari yang terletak di Kecamatan Bogor Timur kini semakin mempertegas posisinya sebagai “jantung” aktivitas urban di Kota Hujan. Menjadi titik temu antara pemukiman padat dan pusat komersial sibuk, wilayah seluas kurang lebih 48 hektar ini menyimpan potensi luar biasa mulai dari inovasi lingkungan, kemandirian ekonomi, hingga pelestarian industri rumahan legendaris.

Lurah Sukasari, Surya Hasan, mengungkapkan bahwa wilayahnya merupakan representasi dinamika Kota Bogor yang sesungguhnya. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Press Gathering bertajuk paparan program kerja dan potensi wilayah yang digelar di Aula Kelurahan Sukasari, Selasa 21 April 2026.

“Untuk Kelurahan Sukasari sendiri bisa disebut sebagai ‘barometernya’ Bogor Timur. Semua dinamika urban ada di sini, mulai dari jumlah penduduk yang mencapai 12.246 jiwa, aktivitas ekonomi jasa yang tinggi, hingga tantangan sosial yang terus kami carikan solusinya secara kolaboratif,” ujar Surya Hasan di hadapan para awak media.

Salah satu program unggulan yang disoroti adalah pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot. Bekerja sama dengan Bank Sampah Siliwangi dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Mulya Tani, Sukasari berhasil mengubah limbah domestik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti pelet ikan bernutrisi.

Surya menjelaskan bahwa inovasi pelet maggot ini mampu mempercepat siklus panen ikan lele maupun nila. Jika biasanya membutuhkan waktu dua bulan setengah, dengan pakan maggot ini, ikan sudah bisa dipanen hanya dalam waktu satu bulan setengah. Keberhasilan ini juga diterapkan pada sistem pertanian hidroponik di wilayah Sukamulya.

“Kami sudah mencoba berinovasi melalui eksperimen, ternyata dari maggot ini perkembangannya lebih cepat. Produknya pun beragam, mulai dari maggot segar, maggot kering, hingga pupuk cair yang kualitasnya lebih bagus dari pasaran,” jelasnya.

Secara geografis, Sukasari berada di lintasan utama yang menghubungkan Kota Bogor dengan kawasan wisata Bogor Selatan dan jalur Puncak/Sukabumi. Letak strategis ini menjadikan Sukasari sebagai pusat perdagangan yang didukung oleh keberadaan Pasar Gembrong dan Teras Sukasari Foodcourt.

Namun, fakta menarik yang belum banyak diketahui publik adalah status Sukasari sebagai pusat produksi kuliner ikonik.

Surya Hasan membeberkan bahwa banyak kudapan yang viral di area Suryakencana sebenarnya diproduksi di Sukasari, seperti Cungkring dan Sate Kulit. Selain itu, terdapat industri rumahan sabun batangan tradisional, kerajinan sandal, hingga UMKM rajut yang masih eksis hingga saat ini.

“Sukasari itu tidak hanya Roti Unyil Venus atau Asinan Gedung Dalam. Ada banyak home industry seperti pembuatan sandal yang kualitasnya pernah kita tantang untuk membuat model branded dan hasilnya terjual banyak. Kami butuh peran jurnalis untuk membantu mempromosikan UMKM ini agar lebih ‘menggigit’ di pasaran,” tambahnya.

Di bidang sosial, Kelurahan Sukasari telah meresmikan Sentra Cipta Mandiri di lahan hibah Pemda yang diperuntukkan bagi rehabilitasi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selain itu, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, telah terbentuk Koperasi Merah Putih yang kini aktif mengelola unit usaha mulai dari penjualan air mineral hingga sembako.

Terkait infrastruktur pemukiman, meskipun 90 persen lahan di Sukasari berstatus tanah pemerintah atau sewa, pihak kelurahan terus mengupayakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Surya menyebutkan, pada tahun 2025 sebanyak 17 unit rumah telah diakomodir, dan ke depan terdapat potensi bantuan hingga 60 unit rumah bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Pengembangan kawasan wisata air juga terus digenjot melalui kolaborasi membangun jogging track bertajuk “Sukasari Riverside” di pinggiran Sungai Ciliwung. Area ini juga dilengkapi fasilitas kolam renang anak yang diawasi ketat oleh jajaran pengurus RT setempat.

“Kami terus berupaya membangun peradaban yang lebih baik di Sukasari. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers, kami optimis potensi besar yang ada di sini bisa menjadi penggerak utama ekonomi Kota Bogor,” pungkas Surya Hasan. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *