KITAINDONESIASATU.COM – Insiden Papua Tengah yang menewaskan lima warga sipil, termasuk seorang balita, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, memicu keprihatinan mendalam. Korban sipil Papua kembali menjadi sorotan publik nasional.
Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai, segera angkat bicara.
Ia meminta TNI memberikan klarifikasi transparan terkait penembakan Distrik Kemburu Puncak 2026 yang menelan korban jiwa tidak bersalah.
“Atas kejadian di Kabupaten Puncak yang mengorbankan nyawa masyarakat sipil, saya meminta TNI segera klarifikasi,” ujar Pigai.
Ia menekankan, insiden Papua Tengah dengan korban anak-anak dan balita tidak boleh terulang di masa depan.
Desakan Investigasi Independen
Pigai juga mendesak Komnas HAM segera turun tangan. Investigasi objektif terhadap penembakan Distrik Kemburu Puncak 2026 dinilai krusial untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memulihkan kepercayaan publik.
Korban sipil Papua, terutama anak-anak, harus mendapat perlindungan maksimal. Pigai menegaskan, konflik antara TNI dan TPNPB tidak boleh lagi mengorbankan warga yang tidak terlibat langsung dalam pertikaian.



