KITAINDONESIASATU.COM – Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, akhirnya angkat bicara soal ramainya isu liar yang beredar menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia mengingatkan keras seluruh jajaran pengurus, terutama di daerah, agar tidak terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar.
Menurut Gus Ipul, media sosial kini dipenuhi berbagai narasi yang belum jelas kebenarannya-bahkan cenderung menyesatkan. Ia menegaskan, jangan sampai fokus besar organisasi justru terganggu hanya karena kabar simpang siur.
“Saya berharap tidak terbawa berita yang belum tentu benar. Medsos itu luar biasa, tapi belum tentu valid,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/4).
Ia pun membantah tegas sejumlah isu yang sempat memanas, mulai dari tudingan adanya pihak yang menghambat jalannya muktamar hingga kabar dirinya enggan menandatangani dokumen penting.
“Tidak ada yang menghambat, tidak ada gangguan. Semua berjalan lancar. Isu sekjen tidak mau tanda tangan itu tidak benar,” ucapnya.
Di tengah derasnya rumor, PBNU justru terus tancap gas mempersiapkan Muktamar Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026. Panitia inti bahkan sudah dibentuk langsung oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.
Saat ini, konsolidasi terus digencarkan untuk melengkapi struktur kepanitiaan dan memastikan seluruh persiapan berjalan tanpa hambatan. Gus Ipul pun mengajak seluruh pengurus wilayah dan cabang untuk fokus penuh menyukseskan agenda besar tersebut.
Terkait peserta dan mekanisme pencalonan ketua umum, ia memastikan semuanya sudah diatur jelas dalam AD/ART organisasi. (*)


