KITAINDONESIASATU.COM – Isu negoisasi Iran AS kembali mencuat setelah pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Iran terkait peluang dialog dengan Amerika Serikat.
Kepala Kehakiman Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei menegaskan bahwa Teheran terbuka untuk perundingan.
Namun, ia menekankan bahwa pembicaraan hanya akan dilakukan berdasarkan prinsip dan logika yang jelas.
Dalam pernyataannya sebagaimana laporan TasnimNews, konteks konflik Iran Amerika semakin tajam setelah perang selama 40 hari antara Iran melawan AS dan Israel yang disebut sebagai agresi.
Ejei menyebut Amerika Serikat tetap menggunakan pola lama dalam diplomasi, yakni mencoba memaksakan tuntutan melalui negosiasi setelah gagal mencapai tujuan di medan perang.
Ia menyoroti pertemuan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada 11 April. Dalam forum tersebut, delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Baqer Qalibaf.
Menurutnya, dalam syarat Iran untuk negosiasi dengan Amerika Serikat, tim Iran berhasil mempertahankan kepentingan nasional dan menggagalkan upaya tekanan dari pihak AS.
Ejei juga menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa Iran memiliki prioritas yang sama, yakni menjaga hasil dari apa yang disebut sebagai “perang defensif”.
