KITAINDONESIASATU.COM – Komandan Pasukan Quds dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut Amerika Serikat dan Israel akan hengkang tanpa membawa hasil.
Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani menegaskan bahwa kekuatan perlawanan di kawasan kini semakin solid. Ia mengklaim front perlawanan memiliki pengaruh kuat dan siap menghadapi pihak yang dianggap sebagai ancaman.
Dalam pernyataannya sebagaimana laporan TasnimNews, isu IRGC Selat Hormuz ikut disinggung.
Qaani menyinggung pengalaman masa lalu, ketika menurutnya AS dan Israel gagal mencapai tujuan di wilayah seperti Yaman, Bab-el-Mandeb, hingga Laut Merah.
Ia bahkan menegaskan bahwa pola serupa akan kembali terjadi.
Menurutnya, kedua pihak tersebut pada akhirnya akan meninggalkan kawasan tanpa pencapaian berarti, seiring meningkatnya tekanan dari kelompok perlawanan.
Di sisi lain, dinamika ketegangan AS Iran di Selat Hormuz terbaru semakin kompleks.
Pernyataan Qaani muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap rencana untuk melakukan blokade di Selat Hormuz.



