KITAINDONESIASATU.COM – Iran secara mengejutkan mengumumkan rencana kontroversial: setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz bakal dikenai pungutan wajib.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran. Ia menegaskan pemerintah harus segera menerapkan sistem kontrol ketat di Selat Hormuz dan Teluk Persia, dan semua kapal yang melintas demi kepentingan nasional Iran-wajib bayar.
Tak hanya itu, Azizi juga melontarkan sindiran tajam ke Amerika Serikat. Ia menyebut justru Washington yang lebih membutuhkan kesepakatan damai, sekaligus menegaskan Iran tidak lagi percaya pada AS.
Drama semakin memanas setelah perundingan panas antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu. Pertemuan yang digelar usai pengumuman gencatan senjata dua pekan oleh Donald Trump itu gagal total.
Negosiator utama AS, J.D. Vance, bahkan mengakui delegasi mereka pulang tanpa membawa satu pun kesepakatan. (Sumber: Sputnik)
