KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, tiba di Pakistan dengan pesan tegas untuk Amerika Serikat: “Kami punya niat baik, tapi kami tidak memiliki kepercayaan.”
Pernyataan ini disampaikan jelang pembicaraan krusial antara tim negosiator Iran dan AS yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (12/4/2026).
Tak pelak, pernyataan tersebut membuat ketegangan di Islamabad.
“Dua Kali Dikhianati”
Berbicara kepada wartawan di bandara Islamabad, Qalibaf—yang juga memimpin tim negosiator Iran—mengingatkan pengalaman pahit Teheran dengan Washington.
“Dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah negosiasi, dan terlepas dari itikad baik pihak Iran, mereka menyerang kami dan melakukan banyak kejahatan perang,” ujarnya tegas sebagaimana laporan TasninNews, Sabtu 11 April 2026.
Kata-kata ini bukan sekadar retorika. Ini adalah fondasi psikologis yang membentuk sikap Iran di meja perundingan.
Niat Baik vs. Kepercayaan: Dua Hal Berbeda
Qalibaf membedakan dengan jelas antara “niat baik” dan “kepercayaan”.
Dalam hal biat baik, kata dia, Iran terbuka untuk berdialog dan mencapai kesepakatan.



