KITAINDONESIASATU.COM – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund menilai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak luas terhadap perekonomian dunia.
Kondis
ampak yang dirasakan tidak hanya terbatas di kawasan konflik, tetapi meluas hingga berbagai negara.
Salah satu efek utama adalah terganggunya distribusi energi global, termasuk penurunan pasokan minyak dan gas alam cair yang cukup signifikan setiap harinya.
Gangguan Energi dan Risiko Krisis Global
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel juga berdampak pada operasional kilang serta memicu risiko krisis energi dan pangan. Gangguan ini turut mendorong penyesuaian permintaan global sebagai konsekuensi dari terbatasnya pasokan.
Situasi sempat mereda setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran. Salah satu poin penting dari kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali jalur energi strategis di Selat Hormuz.
Sebelumnya, pembatasan aktivitas di jalur tersebut sempat mengganggu distribusi energi global dan memicu lonjakan harga. IMF menilai kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena potensi tekanan terhadap ekonomi dunia masih cukup besar.

