News

Ramai Dugaan Penolakan Ambulans, DPRD Turun Tangan Panggil RS Vania Bogor

×

Ramai Dugaan Penolakan Ambulans, DPRD Turun Tangan Panggil RS Vania Bogor

Sebarkan artikel ini
IMG 20260407 WA0101
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat klarifikasi dengan pihak RS Vania terkait dugaan penolakan ambulans. (Kis)

KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah sorotan publik terhadap pelayanan kesehatan dan isu dugaan penolakan pasien, Komisi IV DPRD Kota Bogor bergerak cepat memanggil pihak RS Vania guna memastikan dan meminta klarifikasi agar tidak terjadi pelanggaran layanan, khususnya terkait dugaan penolakan Ambulans Andalan PWI Kota Bogor pada beberapa hari lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan menggali kronologi kejadian secara menyeluruh, khususnya terkait pemberitaan yang beredar pada Minggu lalu.

“Hari ini Komisi IV DPRD Kota Bogor bertemu dengan Direktur Utama RS Vania beserta jajaran untuk membahas kronologi secara lengkap. Alhamdulillah, sudah dijelaskan bahwa ini terjadi karena kesalahpahaman atau miskomunikasi, baik dari pihak keluarga maupun pihak terkait lainnya,” ujar Fajar usai melakukan pemanggilan pihak management RS Vania Bogor, di ruang rapat komisi, DPRD kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa 7 April 2026.

Baca Juga  Anggota DPRD Kota Bogor Asep Nadzarullah Khawatir Pemuda Kurang Aktif dalam Pembangunan

Menurutnya, RS Vania juga telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan PWI Kota Bogor. Hasilnya, seluruh pihak telah memahami duduk persoalan yang terjadi.

Fajar menegaskan, Komisi IV meminta RS Vania untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memperjelas standar operasional prosedur (SOP) terkait layanan ambulans.

“SOP sudah dijelaskan bahwa ambulans boleh dari mana saja, tidak dibatasi. Hanya saja, komunikasi dari pihak ambulans ke petugas keamanan atau tenaga kesehatan di IGD perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelayanan di RS Vania. “Kami melihat RS Vania berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Bogor,” ucapnya.

Baca Juga  Kode Redeem FC Mobile 3 Februari 2026, OVR Tinggi Siap Digaet

Selain itu, Komisi IV akan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi bagi seluruh rumah sakit di Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan.

“Kami akan sampaikan ke Dinkes agar ini menjadi standar di semua rumah sakit. Tidak boleh ada penolakan pasien, terutama dalam kondisi darurat, kecuali dengan alasan yang jelas seperti kapasitas ruangan penuh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami prosedur rujukan pasien yang membutuhkan waktu dan proses. “Kami berharap masyarakat paham bahwa prosedur untuk rujuk ini juga butuh waktu dan juga butuh kesabaran dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” terangnya.

Baca Juga  Segera Klaim! Ini Kode Redeem FF Aktif untuk Hari Ini, 11 Desember 2024

Sementara, Direktur Utama RS Vania, Handi Wijaya, menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh miskomunikasi, bukan penolakan dari pihak rumah sakit.

“Untuk kasus ambulans ini murni miskomunikasi, bahkan terjadi di internal keluarga, dan seharusnya tidak ditimpakan kepada RS Vania,” ujarnya.

Handi juga mengatakan bahwa RS Vania tidak memiliki kerja sama bisnis khusus dengan penyedia ambulans mana pun. “Rumah Sakit Vania tidak berbisnis dengan ambulans. Siapa saja ambulans dipersilakan untuk merujuk maupun menerima pasien dari RS Vania,” tegasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *