KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Selasa (7/4/2026), dipengaruhi kombinasi sentimen dari dalam negeri dan global.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat tipis sebesar 0,17 persen ke level 7.001,28, sementara indeks LQ45 justru mengalami pelemahan ringan.
Analis pasar menilai pergerakan indeks saat ini cenderung terbatas dengan tingkat spekulasi yang masih tinggi.
Level 6.920 dipandang sebagai area penopang terdekat, sehingga pelaku pasar disarankan bersikap hati-hati sambil menunggu arah yang lebih jelas.
Sentimen Global dan Domestik Tekan Pasar
Dari dalam negeri, posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar global masih bertahan sebagai secondary emerging market versi FTSE Russell.
Meski sempat muncul kekhawatiran terkait transparansi dan likuiditas saham, sejumlah reformasi dinilai telah memberikan sentimen positif bagi pasar.
Pelaku pasar juga menanti hasil evaluasi dari MSCI yang akan menentukan status Indonesia ke depan. Di sisi lain, lonjakan harga avtur domestik turut menjadi perhatian karena berpotensi menekan sektor tertentu.
Dari luar negeri, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor utama yang memengaruhi psikologi pasar global. Perbedaan sikap terkait proposal gencatan senjata membuat ketidakpastian tetap tinggi.
Sementara itu, bursa saham global menunjukkan pergerakan beragam, dengan Wall Street menguat, sedangkan mayoritas bursa Eropa dan sebagian Asia cenderung melemah.(*)



