KITAINDONESIASATU.COM- Lonjakan tajam kasus suspek campak di Kota Bogor yang menembus 1.318 kasus sepanjang Januari hingga Maret 2026 memicu kekhawatiran serius. Komisi IV DPRD Kota Bogor mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk tidak hanya mengandalkan imbauan, tetapi segera turun langsung melakukan langkah konkret hingga ke tingkat RT dan RW guna mencegah potensi meluasnya wabah.
Menanggapi lonjakan temuan kasus suspek campak di Kota Bogor sejak Januari-Maret 2026 mencapai 1.318 kasus, Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bergerak lebih proaktif.
Tidak sekadar memberikan imbauan, melainkan melakukan tindakan nyata berupa sosialisasi masif hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur mengatakan bahwa edukasi langsung ke akar rumput sangat krusial untuk menghilangkan stigma atau ketakutan masyarakat terhadap imunisasi.
“Dinkes bukan hanya mengimbau, tetapi harus segera melakukan tindakan sosialisasi di tingkat wilayah seperti RT dan RW. Tujuannya agar masyarakat yang memiliki ketakutan bisa diedukasi secara baik dan segera melakukan imunisasi di Puskesmas,” ucapnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia pun mendorong Dinkes untuk segera melakukan langkah-langkah teknis guna memetakan sebaran kasus, sebab ia menilai pentingnya proses investigasi lapangan agar status suspek tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.
“Kami dari Komisi IV mendorong agar Dinkes segera melakukan mitigasi dan investigasi terkait dengan apa yang terjadi di Kota Bogor saat ini, khususnya mengenai kasus campak,” imbuhnya.
Kendati demikian, ia mengaku, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk dari warga ke meja Komisi IV terkait kendala penanganan atau temuan kasus baru.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang bisa disepelekan karena ada risiko komplikasi bagi yang terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jangan takut untuk vaksin atau imunisasi di Puskesmas agar dampak campak tidak menyebar ke penyakit lain, karena campak ini dapat memicu komplikasi berbagai penyakit,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta warga untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Ia berharap warga tidak menunda untuk melapor ke fasilitas kesehatan jika ditemukan gejala klinis yang mengarah pada campak.
“Ini perlu menjadi catatan dan edukasi di tengah masyarakat supaya warga tetap menjaga diri, menjaga kesehatan, dan kebersihan mulai di tingkat keluarga, termasuk segera melakukan antisipasi jika ditemukan gejala-gejala campak,” katanya. (Nicko)
