KITAINDONESIASATU.COM – Pernyataan terbaru dari mantan utusan Amerika Serikat mengungkap bahwa tujuan perang Trump berubah seiring meningkatnya tekanan di lapangan. Situasi dalam konflik AS Iran terbaru dinilai semakin tidak jelas arah akhirnya.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, mantan utusan AS untuk Iran Robert Malley menyebut pernyataan Donald Trump dan timnya menunjukkan perubahan target hampir setiap hari.
Kondisi ini mencerminkan analisis eks utusan AS soal perang Iran yang menyoroti adanya frustrasi di tingkat kepemimpinan.
Menurut Malley, indikator nyata dari tujuan perang Trump berubah terlihat dari operasi militer yang terus berlangsung.
Dalam konteks konflik AS Iran terbaru, Iran masih mampu memberi tekanan global, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz.
Ia menilai, meski AS dan Israel telah melemahkan sebagian kemampuan militer Iran, situasi tetap berisiko. Dalam analisis eks utusan AS soal perang Iran, Teheran dinilai masih mampu merespons dan memperluas dampak konflik ke kawasan yang lebih luas.

