Berita UtamaInovasi

Semua Perusahaan Kamera Sepakati AI Generatif Tidak Cocok untuk Fotografi

×

Semua Perusahaan Kamera Sepakati AI Generatif Tidak Cocok untuk Fotografi

Sebarkan artikel ini
kamera
Ilustrasi kamera foto: petapixel

KITAINDONESIASATU.COM – Secara umum para eksekutif perusahaan teknologi besar menyukai AI, bahkan ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa para eksekutif sekarang lebih sering menyebut AI daripada pendapatan.

Situasi ini memang nyata, namun tidak bagi dunia fotografi, bahkan merek-merek kamera juga memiliki pandangan yang sama, tidak satu pun dari mereka berpikir bahwa AI generatif cocok untuk dunia fotografi.

Dilansir Petapixel para eksekutif dari setiap merek kamera utama tentang keberadaan AI generatif harus ditambahkan ke kamera? Meskipun di antara mereka menyukai AI akan tetapi tidak ada satupun yang ingin memasukkan AI ke dalam bodi kamera.

Perusahaan kamera terkenal di dunia Canon, Nikon, Sony, Fujifilm, OM System, Panasonic, dan Sigma semuanya sepakat pada topik yang sama tidak satupun yang menginginkan hal itu.

Baca Juga  Nikon Z5II: Kamera Full-Frame Terbaru yang Layak Ditunggu, Tersedia Mei 2025, Mau?

“Fotografi bukan hanya tentang hasil gambar, tetapi menurut saya juga tentang kegembiraan dalam prosesnya,” kata CEO Sigma, Kazuto Yamaki kepada petapixel yang mewawancarainya.

Dikataka jika kita hanya tertarik pada hasilnya, maka gambar yang dihasilkan AI dapat menggantikan foto.

Tetapi kita menikmati penggunaan kamera, dan kita menikmati proses dari RAW ke JPEG, semua proses ini membuat hasil akhir menjadi lebih berharga.

“Jadi saya tidak percaya fotografi dapat digantikan oleh gambar yang dihasilkan AI, dan saya cukup optimis tentang masa depan fotografi,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Perencanaan di Nikon Inc, Fumiko Kawabata mengatakan jika sikap Nikon sangat jelas selalu mendukung manusia dalam kreativitas.

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Kamis

“Kami akan selalu mendukung unsur manusia dalam kreativitas serta para fotografer, pembuat film, dan seniman yang menghidupkannya,” katanya.

Menurutnya, kita perlu secara kolektif mengakui risiko yang ditimbulkan oleh AI generatif terhadap konsep dan semangat orisinalitas, tetapi juga jangan pernah lupa bahwa semangat untuk proses tersebut juga menyatukan kita.

“Sekaranglah saatnya bagi kita untuk mendukung komunitas kreator kita, dan juga mengeksplorasi alat-alat baru seperti otentisitas konten.”

Dijelaskan Kazuhiro Togashi, SVP, Global Brand and Marketing Strategy di OM System jika teknologi AI generatif memiliki pro dan kontra.

“Kami ingin mengembangkan beberapa teknologi AI untuk memberikan nilai baru demi keuntungan pelanggan. Misalnya, pengurangan noise, komposisi gambar seperti Live GND, atau fungsi lain seperti itu dapat membantu memperluas ekspresi fotografer,” katanya.

Baca Juga  Jakarta Siaga Hujan Lebat di Akhir Pekan!

Namun, pada dasarnya, kami berpikir pengalaman nyata dalam mengambil foto itu penting, ini adalah foto yang nyata.

Bahkan Go Tokura, Wakil Presiden Eksekutif Kepala Grup Pencitraan di Canon mengatakan jika keinginannya untuk mencegah adanya kasus gambar palsu.

“Kita harus mencegah kasus di mana AI Generatif mulai membuat gambar palsu. Keaslian foto sangat penting. Sesuatu yang membuktikan bahwa foto tersebut diambil oleh kamera kami atau mengungkapkan bahwa foto tersebut dibuat oleh AI generatif.”

Hal senada juga dikatakan oleh Yuji Igarashi, General Manager, Professional Imaging Group, Imaging Solutions Division di Fujifilm, menurutnya yang terpenting adalah mampu membedakan dengan jelas apakah itu generatif atau bukan.

Setidaknya untuk saat ini, kata Yuji ia percaya AI adalah sesuatu yang membantu pengambilan gambar seperti autofokus, atau deteksi, dan sebagainya, daripada menghasilkan sesuatu di dalam kamera.

Setiap pengeditan yang dilakukan dengan AI mungkin perlu dilacak dengan lebih baik daripada yang dilakukan sekarang, sehingga ketika Anda memiliki file tersebut.

“Anda tahu apa yang telah terjadi untuk sampai pada hasil akhir ini. Jadi itulah keyakinan kami saat ini.” **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *