Berita UtamaInternasional

Presiden Trump Isyaratkan Mengirimkan Tambahan 10 Ribu Pasukan ke Darat Timur Tengah

×

Presiden Trump Isyaratkan Mengirimkan Tambahan 10 Ribu Pasukan ke Darat Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
pesawat tempur as
Pesawat E-2D Hawkeye mendekati ketapel pesawat untuk lepas landas dari dek penerbangan USS Gerald R. Ford. foto: Angkatan Laut AS

KITAINDONESIASATU.COM – Pentagon saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengirim hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah untuk mempertimbangkan pembicara damai dengan Iran.

“Untuk memberi Presiden Donald Trump lebih banyak pilihan militer bahkan ketika ia mempertimbangkan pembicaraan perdamaian dengan Teheran,” demikian dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Kamis (27/3/2026) mengutip pejabat Departemen Pertahanan yang mengetahui perencanaan tersebut.

Menurut WSJ, potensi pengerahan tersebut kemungkinan akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja menuju jalur darat Iran.

Dilaporkan Pentagon sedang bersiap untuk mengerahkan setidaknya 1.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 elit Angkatan Darat untuk mendukung operasi melawan Iran, seperti yang dilaporkan AP awal pekan ini.

Baca Juga  Link Live Streaming Uruguay vs Argentina 22 Maret 2025, Bukan di Yalla Shoot

Pengerahan ini akan dilakukan di samping sekitar 5.000 Marinir yang sedang dipindahkan ke Timur Tengah, pasukan tersebut berada di atas 50.000 pasukan AS yang sudah berada di wilayah tersebut.

Peningkatan jumlah Marinir dan tentara telah memicu spekulasi bahwa Trump, setidaknya, sedang menempatkan pasukan untuk melakukan serangan darat terbatas guna mengamankan tepian selat atau merebut Pulau Kharg, bagian penting dari industri minyak Iran.

Para ahli pertahanan mengatakan pasukan darat AS tentu dapat merebut Pulau Kharg dan membantu mengamankan selat tersebut, tetapi biayanya bisa berupa perang gesekan di mana nyawa warga Amerika dan uang pembayar pajak akan menjadi harga yang mahal.

Baca Juga  Diplomat Iran di Usir dari Arab Saudi Menyusul Serangan Terhadap Kedaulatan Saudi dan Negara Timur Tengah

“Ya, kita bisa melakukannya, tetapi pertanyaannya bukanlah apakah kita bisa melakukannya?,” kata Mick Mulroy, mantan wakil asisten menteri pertahanan yang sekarang bekerja di Middle East Institute di Washington.

Pertanyaannya adalah, apakah kita harus melakukannya?, dan jalan keluar terbaik adalah diplomasi.

“Saya tahu itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi diplomasi dan negosiasi hanya berhasil jika kedua belah pihak bersedia berkompromi.”

Pada hari Kamis, Trump juga mengumumkan bahwa Iran mengizinkan beberapa kapal tanker berbendera Pakistan melewati selat tersebut, ini adalah sesuatu yang ia harapkan sebagai tanda niat baik untuk perundingan tersebut.

Baca Juga  Gitar Akustik Leonardo: dari Hobi Jadi Karya Industri

“Yah, kurasa kita berurusan dengan orang yang tepat,” kata Trump. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *