News

Arus Balik di GT Kalikangkung Semarang Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

×

Arus Balik di GT Kalikangkung Semarang Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

Sebarkan artikel ini
Arus Balik di Tol MBZ
Arus Balik di GT Kalikangkung

KITAINDONESIASATU.COMArus balik kendaraan pemudik yang kembali ke arah Jakarta melalui Gerbang Tol Kalikangkung masih terpantau padat pada Rabu siang.

Volume lalu lintas tercatat berada di atas 3.000 kendaraan per jam, menandakan tingginya mobilitas pada periode arus balik Lebaran 2026.

Kepadatan terlihat di sejumlah titik, terutama di sekitar gerbang tol yang menjadi perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Sistem satu arah atau one way yang telah diberlakukan sejak Selasa membuat seluruh kendaraan diarahkan ke jalur menuju barat dengan memanfaatkan empat lajur yang tersedia.

Baca Juga  Jangan Ditiru! Mabuk Ngebut Tabrak Trotoar, Warga Jepara Kehilangan Nyawa

Lonjakan Trafik Arus Balik Sejak Pagi Hari

Kepala Pos Pengamanan GT Kalikangkung, Dimas Arief Wicaksono, menyebutkan bahwa volume kendaraan meningkat secara bertahap sejak pagi hari.

Pada pukul 06.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas masih sekitar 1.400 unit per jam, lalu meningkat menjadi 2.000 kendaraan per jam, hingga akhirnya menembus lebih dari 3.000 kendaraan dalam beberapa jam terakhir.

Data menunjukkan dalam tiga jam terakhir, jumlah kendaraan mencapai lebih dari 3.800 unit, kemudian 3.600 unit, dan sekitar 3.400 unit per jam. Sementara itu, total kendaraan yang menuju Semarang sejak pagi hingga siang tercatat puluhan ribu unit.

Baca Juga  Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Perketat Verifikasi DTSEN

Meski sempat terjadi kepadatan di beberapa ruas seperti Tembalang, arus lalu lintas kembali relatif lancar setelah melewati kawasan Jatingaleh.

Kepadatan juga terlihat di jalur perkotaan, khususnya di titik-titik keramaian seperti pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran.

Sebelumnya, Listyo Sigit Prabowo telah meresmikan penerapan sistem one way arus balik dari Kalikangkung sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Rekayasa lalu lintas tersebut kemudian diperluas menjadi skala nasional seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang kembali dari arah timur menuju wilayah Jabodetabek.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *