KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap disiplin dalam mengelola anggaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Purbaya menyatakan lebih memilih jalur efisiensi belanja kementerian dan lembaga daripada harus memperlebar defisit APBN dengan menambah utang baru. Pemerintah tetap mempertahankan batas defisit APBN 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Langkah ini diambil untuk menjaga rasio utang pemerintah agar tetap berada dalam batas aman dan kredibel di mata investor internasional. Purbaya memperingatkan bahwa ketergantungan pada pembiayaan utang yang berlebihan dapat menjadi beban berat bagi generasi mendatang dan memicu sentimen negatif di masyarakat.
“Kita harus cerdas memilah prioritas. Kalau ngutang terus tanpa efisiensi yang ketat, nanti masyarakat bisa marah karena beban bunga utang yang membengkak di masa depan,” ujar Purbaya kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Strategi efisiensi ini akan difokuskan pada pemangkasan belanja operasional yang dinilai kurang produktif, sementara anggaran untuk sektor krusial seperti infrastruktur strategis dan perlindungan sosial tetap dijaga.
Purbaya meyakini bahwa dengan postur anggaran yang sehat dan efisien, fondasi ekonomi nasional akan jauh lebih kuat dalam menghadapi fluktuasi pasar global tanpa harus terus-menerus mengandalkan pinjaman luar negeri.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.(*)

