Lifestyle

Dilema Pasca-Lebaran: Dahulukan Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadan?

×

Dilema Pasca-Lebaran: Dahulukan Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadan?

Sebarkan artikel ini
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat puasa syawal (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah, umat Muslim mulai mempersiapkan ibadah sunnah enam hari di bulan Syawal. Namun, sebuah pertanyaan klasik sering muncul: manakah yang harus didahulukan, puasa Syawal atau mengganti (qadha) utang puasa Ramadan?

Mayoritas ulama, termasuk dari kalangan Syafi’iyah, menekankan bahwa menunaikan kewajiban harus menjadi prioritas utama. Mengganti puasa Ramadan hukumnya wajib, sementara puasa Syawal adalah sunnah.

Secara logika ibadah, menyelesaikan beban kewajiban kepada Allah SWT jauh lebih utama sebelum mengejar amalan tambahan.

Baca Juga  Live SEA V LEAGUE 2025 - Vietnam vs Filipina dan Thailand vs Indonesia dan One Fight Nights Hanya di Moiji TV Sabtu, 2 Agustus 2025

Beberapa ulama merujuk pada hadis riwayat Muslim yang menyatakan bahwa pahala puasa setahun penuh didapatkan jika seseorang telah “menyempurnakan” puasa Ramadan barulah diikuti enam hari Syawal.

Artinya, bagi mereka yang memiliki utang puasa karena uzur syar’i (seperti haid atau sakit), sangat dianjurkan untuk melakukan qadha terlebih dahulu agar hitungan Ramadan-nya menjadi sempurna.

Meski demikian, jika waktu Syawal hampir habis dan dikhawatirkan tidak sempat melaksanakan keduanya, sebagian ulama memperbolehkan mendahulukan puasa Syawal karena waktunya terbatas (muwayyaq), sementara waktu qadha Ramadan masih panjang hingga bulan Sya’ban tahun depan.

Baca Juga  Bacaan Niat Puasa Syawal dan Keutamaannya

Namun, pilihan paling aman dan utama tetaplah membayar utang puasa segera mungkin. Dengan menyelesaikan yang wajib, hati akan menjadi lebih tenang saat menjalankan ibadah sunnah berikutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *