KITAINDONESIASATU.COM – Layanan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk kembali dibuka pada Jumat (20/3/2026) setelah sempat dihentikan selama Hari Raya Nyepi.
Pembukaan Gilimanuk kembali operasional langsung diikuti lonjakan pemudik dari Bali menuju Jawa, sehingga PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan armada dan pengaturan layanan.
33 Kapal Dioperasikan di Gilimanuk, Arus Kendaraan Ramai Lancar
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, ASDP mengoperasikan 33 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dari total tersebut, 30 kapal reguler ditambah 3 kapal bantuan jenis LCM khusus melayani kendaraan roda dua.
Penguatan armada ini bertujuan menjaga ritme pergerakan kapal tetap stabil menjelang puncak arus mudik.
Di area pelabuhan, layanan difokuskan pada kendaraan prioritas seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus agar proses bongkar muat berjalan lebih cepat.
Percepatan operasi juga dilakukan dengan memangkas waktu bongkar muat dari rata-rata 35 menit menjadi sekitar 20 menit.
Kendaraan yang masuk diatur melalui area parkir dan jalur manuver sebelum diberangkatkan bertahap ke dermaga.
Pemantauan pada Jumat sore menunjukkan kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk ramai lancar tanpa antrean panjang. Optimalisasi buffer zone Terminal Kargo Gilimanuk turut menahan potensi kepadatan.
Data Posko Gilimanuk mencatat 2.029 penumpang menyeberang pada periode H-2, meningkat 142,4% dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan juga terjadi pada seluruh kategori kendaraan, dengan total 516 unit atau naik 85,6%.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-2, tercatat 459.640 penumpang dan 146.963 kendaraan menyeberang dari Bali menuju Jawa.(*)




