KITAINDONESIASATU.COM – Pernyataan mengejutkan kembali dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara tegas menolak opsi gencatan senjata dalam konflik panas antara AS-Israel dan Iran.
Dalam keterangannya kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa penghentian sementara perang bukanlah pilihan ketika pihak lawan dinilai sudah berada di ambang kehancuran. Sikap keras ini memperlihatkan arah kebijakan yang semakin agresif di tengah konflik yang terus memanas.
Saat ditanya mengenai kemungkinan Israel mengikuti langkah Washington untuk menghentikan perang, Trump justru menekankan solidnya hubungan kedua negara. Menurutnya, AS dan Israel memiliki tujuan yang sama: kemenangan penuh dalam konflik ini.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Trump sempat membuka peluang dialog dengan Iran. Namun, ia mengklaim tidak ada pihak yang bisa diajak bicara setelah rangkaian serangan yang berlangsung berminggu-minggu dan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Ali Khamenei dan Ali Larijani.
Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sikap keras. Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Amerika Serikat harus bertanggungjawab atas pecahnya perang serta dampak luas yang ditimbulkannya di kawasan.
Trump juga menyinggung soal pentingnya Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia. Ia meremehkan ketergantungan AS terhadap jalur tersebut dan justru mendorong negara-negara lain seperti Eropa dan Asia Timur untuk lebih terlibat dalam menjaga stabilitasnya.
Ketegangan global semakin meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik ini dilaporkan telah menelan korban besar, termasuk ratusan warga sipil dan anak-anak, yang memicu kecaman internasional.
Iran pun membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan yang berafiliasi dengan AS di kawasan, memperparah eskalasi dan memperluas potensi konflik regional. (Sumber: Anadolu)


