KITAINDONESIASATU.COM – Fenomena tak biasa terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Sekitar 100 orang lebih dulu merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar Salat Id lebih awal di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (19/3) pagi—bahkan dengan pengamanan ketat aparat kepolisian.
Sejak pukul 06.30 WIB, suasana khidmat menyelimuti kawasan pondok pesantren tersebut. Tempat ini memang dikenal memiliki tradisi tersendiri dalam menetapkan hari raya, yang kerap berbeda dari keputusan pemerintah.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Mochamad Anshori, mengungkapkan pihaknya menerjunkan pengamanan terbuka dan tertutup demi memastikan situasi tetap aman. Meski jumlah jamaah hanya sekitar 100 orang, aparat tetap siaga mengantisipasi potensi gangguan.
Menariknya, ini menjadi satu-satunya lokasi di wilayah tersebut yang menggelar Salat Id lebih awal. Namun, prosesi ibadah tetap berjalan seperti biasa—penuh kekhusyukan, diakhiri dengan saling bersalaman dan makan bersama nasi ambeng yang menjadi tradisi khas.
Di luar area masjid, suasana justru terlihat kontras. Aktivitas warga tetap normal, bahkan sebagian masyarakat yang mengikuti ketetapan pemerintah tampak berlalu-lalang untuk berziarah ke makam leluhur.
Meski berbeda hari raya, situasi tetap kondusif tanpa gesekan. Warga pun menganggap perbedaan ini sebagai hal yang lumrah. Fenomena ini kembali menegaskan bahwa perbedaan penetapan Idul Fitri bukan hal baru, melainkan bagian dari dinamika kehidupan beragama yang tetap bisa berjalan damai di tengah masyarakat. (*)
