KITAINDONESIASATU.COM – Situasi di Baghdad mendadak mencekam. Pemerintah Irak melontarkan kecaman keras usai serangan drone menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, yang disebut sebagai aksi teror terhadap kedaulatan negara.
Pernyataan resmi yang disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Mohammad Shia’ Al-Sudani menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan
Insiden terjadi Selasa (17/3), ketika tiga drone bermuatan bahan peledak menyerang area Kedubes AS. Sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan dua drone, namun satu drone lolos dan menghantam tembok kompleks—memicu kebakaran di sekitar lokasi.
Api dan kepanikan pun tak terhindarkan, memperlihatkan betapa rentannya situasi keamanan di ibu kota Irak saat ini.
Sebagai panglima tertinggi militer, Al-Sudani langsung memerintahkan aparat keamanan untuk memburu dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam serangan ini.
Pemerintah Irak juga menegaskan, tidak akan ada toleransi bagi pihak yang mencoba mengacaukan stabilitas keamanan, baik di Baghdad maupun wilayah lain.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik besar di kawasan. Sejak 28 Februari, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran pun membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara, memperluas konflik ke kawasan seperti Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk. (Dok. Anadolu)


