KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki hari ke-27 Ramadan, antusiasme umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dan iktikaf semakin meningkat. Selain mendekati garis finis bulan suci, hari ke-27 sering kali diyakini oleh banyak ulama sebagai malam yang memiliki peluang besar jatuhnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Berdasarkan khazanah keislaman yang merujuk pada keutamaan harian, pahala puasa pada hari ke-27 memiliki keistimewaan yang luar biasa. Momentum ini ibarat “puncak pendakian” di mana setiap amalan dilipatgandakan.
Menjalankan puasa dengan penuh keimanan di hari ini dipercaya mendatangkan ampunan yang luas serta mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT.
“Pahala di hari-hari akhir Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan upaya maksimal menyucikan jiwa sebelum kembali ke fitrah.”
Selain kewajiban puasa, masyarakat juga terlihat memadati masjid-masjid untuk melaksanakan salat Tahajud dan tadarus Al-Qur’an. Para dai mengingatkan agar umat tidak kendor di sisa waktu yang ada. Semangat hari ke-27 ini diharapkan menjadi bekal spiritual yang kuat bagi setiap individu sebelum merayakan Idulfitri.
Dengan menjaga kekhusyukan, diharapkan keberkahan yang didapat pada hari ini mampu menghapuskan dosa-dosa masa lalu dan memberikan ketenangan batin yang hakiki.(*)



