KITAINDOENSIASATU.COM – Ketidakpastian pasokan energi global mendorong Indonesia memperkuat sumber energi dalam negeri.
Pemerintah menilai minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) berpotensi besar menjadi penopang ketahanan energi nasional, terutama saat konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan minyak dunia.
Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih menjalankan uji coba program campuran biodiesel berbasis sawit sebesar 50 persen atau B50 pada bahan bakar solar.
Program tersebut masih dalam tahap pengujian dan ditargetkan selesai pada semester kedua 2026.
Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena menjadi salah satu produsen sawit terbesar di dunia.
Ketersediaan bahan baku yang melimpah membuat biodiesel berbasis sawit dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Target Peningkatan Campuran Biodiesel
Pemerintah juga membuka kemungkinan meningkatkan kadar campuran biodiesel jika situasi geopolitik global terus memicu gangguan pasokan energi.
Skema peningkatan dari B50 menuju B60 bahkan disebut menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar dari tanaman.
Selain kelapa sawit, komoditas seperti singkong juga dinilai dapat dikembangkan menjadi sumber energi alternatif.
Pemanfaatan bahan bakar nabati tersebut diyakini dapat membantu Indonesia menuju kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak di masa depan.(*)





