KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki pertengahan Maret 2026, calon pemudik mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket pesawat untuk pulang kampung halaman. Selain ketersediaan kursi yang kian menipis, harga tiket pesawat untuk berbagai rute domestik dilaporkan mengalami kenaikan signifikan atau “gila-gilaan” dibandingkan hari biasa.
Pantauan di berbagai platform pemesanan tiket daring menunjukkan harga rute favorit, seperti Jakarta menuju Surabaya, Medan, dan Makassar, telah naik hingga dua kali lipat. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman lebih awal.
Banyak calon penumpang mengaku terkejut karena harga kelas ekonomi kini sudah mendekati harga kelas bisnis pada periode normal. Sebagai contoh tiket pesawat Jakarta tujuan Surabaya keberangkatan Jumat 13 Maret 2026 dijual Rp3.400.000, padahal biasanya hanya sekitar Rp1 jutaan.
Kondisi ini diperparah dengan status beberapa jadwal penerbangan yang sudah fully booked untuk keberangkatan H-7 hingga H-3 Lebaran. Masyarakat berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan segera melakukan intervensi, baik dengan menambah frekuensi penerbangan (extra flight) maupun memastikan maskapai tidak melanggar tarif batas atas (TBA) yang telah ditetapkan.
“Kami terpaksa menunda pembelian karena harganya tidak masuk akal, tapi risikonya tiket justru habis total,” ujar salah satu calon pemudik di Jakarta, Erlan kepada kitaindonesiasatu.com, Jumat 13 Maret 2026. Para penyedia jasa transportasi udara diimbau untuk tetap transparan dalam penetapan harga guna menjaga kelancaran tradisi mudik tahun ini.
Hal senada disampaikan Yanuar, salah satu karyawan yang kesulitan membeli tiket dari Kalimantan Selatan tujuan Jakarta. Dirinya yang mendapat tugas ke Kalimantan terpaksa menunda kepulangan ke Jakarta hingga Jumat 20 Maret 2026.
“Tiket ke Jakarta susah didapat, sekalinya ada harga gila-gilaan naik tiga kali lipat,” katanya saat dihubungi lewat telpon. Ia mengaku terpaksa lembur hingga satu minggu sambil menunggu dapat tiket balik ke Jakarta. (*)


