KITAINDONESIASATU.COM – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras yang mengancam stabilitas jalur perdagangan global. Dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba bersumpah akan memblokir Selat Hormuz sebagai strategi militer menghadapi Israel/Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Ancaman penutupan jalur ini diprediksi akan memicu guncangan hebat pada harga energi global.
Tak hanya itu, Mojtaba juga menyerukan penutupan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Menurutnya, keberadaan militer asing hanya menjadi sumber ketidakstabilan dan provokasi bagi kedaulatan negara-negara kawasan.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya pertempuran antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Mojtaba menekankan bahwa Iran tidak akan ragu mengambil langkah ekstrem untuk melindungi aset strategisnya. “Kehadiran pasukan AS di tanah kami adalah bentuk penjajahan modern yang harus segera diakhiri,” tegasnya dalam seruan tersebut.
Analis internasional mengkhawatirkan bahwa retorika ini dapat memicu konflik terbuka yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, pihak Amerika Serikat dan sekutunya belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman pemblokiran jalur laut paling strategis di dunia tersebut.(*)


