KITAINDONESIASATU.COM – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 100 tentara Amerika Serikat dilaporkan terluka setelah serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait.
Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas militer di Al-Udairi Air Base.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi ini sebagai bagian dari gelombang ke-38 dalam rangkaian operasi militer yang mereka sebut “True Promise 4”.
Serangan Dilakukan Saat Malam Lailatul Qadar
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor hubungan masyarakat IRGC, operasi tersebut dilakukan pada malam ke-21 bulan suci Ramadan yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.
Operasi militer tersebut diberi nama sandi “Ya Haydar al-Karrar (AS)” dan disebut menargetkan sisa-sisa kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut.
IRGC menyatakan dua serangan rudal dilakukan secara bersamaan terhadap pangkalan helikopter militer AS di Al-Udairi.

