KITAINDONESIASATU.COM – Umat Muslim kini telah menginjak hari ke-20 di bulan suci Ramadan 1447 H. Hari ini menjadi momen krusial karena menandai transisi menuju sepuluh malam terakhir, fase yang dikenal sebagai Itqum minan-nar atau pembebasan dari api neraka.
Berdasarkan tuntunan syariat dan keutamaan yang diyakini para ulama, pahala berpuasa di hari ke-20 memiliki kemuliaan yang sangat besar.
Dalam beberapa riwayat mengenai fadhilah harian Ramadan, disebutkan bahwa Allah SWT menjanjikan ganjaran bagi mereka yang istikamah hingga hari ke-20 dengan ditinggikannya derajat mereka di surga. Selain itu, hari ke-20 sering dikaitkan dengan pembersihan dosa-dosa yang telah lalu, seolah sang hamba sedang mempersiapkan diri untuk menjemput malam Lailatul Qadar.
“Hari ke-20 adalah gerbang menuju puncak perjuangan Ramadan. Fokus kita bukan lagi sekadar menahan lapar, melainkan memperbanyak zikir dan mulai menghidupkan malam-malam dengan Itikaf,” ujar salah satu pemuka agama H.Dedi Syahbudin, di Jakarta Selasa (10/3/2026).
Pemerintah dan berbagai lembaga dakwah juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesalehan sosial. Memasuki fase ini, pahala tidak hanya datang dari ibadah personal, tetapi juga dari kemurahan hati dalam berbagi takjil dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan, sebagai penyempurna puasa yang telah dijalani selama dua dekade terakhir.(*)


