KITAINDONESIASATU.COM-Dalam peringatan dini yang diumumkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih berpeluang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Banten hingga 12 Maret mendatang. Bahkan kedua wilayah ini termasuk daerah kategori siaga hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan tingginya curah hujan dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer yang terjadi secara bersamaan. Faktor tersebut antara lain keberadaan tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia, yaitu 90S, 93S, dan 92P.
Selain itu, pertemuan angin Monsun dari utara dengan aliran baratan dari Samudra Hindia di selatan Indonesia juga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 5 atau Maritime Continent turut memperkuat pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby juga diprediksi aktif dan dapat meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah.
BMKG memprakirakan cuaca di Indonesia hingga 12 Maret 2026 masih didominasi hujan ringan hingga sedang.
Akan tetapi, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di banyak wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Selain itu, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk beberapa daerah.
Wilayah dengan status siaga antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Selain hujan lebat, angin kencang juga berpotensi terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang. (*)

