oleh AP Sutarwan
Hari kesembilan perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah berlalu.
Namun, medan pertempuran tidak lagi terbatas pada langit Teheran atau pangkalan militer di gurun pasir.
Guncangan perang kini telah merambah ke jantung ekonomi global, meneror pasar energi dan mengancam ketersediaan pangan di seluruh dunia.
Selat Hormuz, urat nadi perdagangan minyak dunia, telah berubah menjadi zona hitam yang melumpuhkan pasokan.
Selat Hormuz Terganggu, Pasokan Energi Tercekik
Ketika Selat Hormuz terganggu, dunia harus bersiap menghadapi kenyataan pahit. Hampir seperlima konsumsi minyak global melewati jalur sempit ini.
