KITAINDONESIASATU.COM – Laga dramatis terjadi saat Chelsea harus bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan klub kasta kedua, Wrexham, pada putaran kelima FA Cup. Bermain di Racecourse Ground, Minggu (8/3) dini hari WIB, The Blues dipaksa bertarung habis-habisan sebelum akhirnya memastikan kemenangan 4-2 lewat babak tambahan waktu.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, bahkan tak ragu memberikan pujian tinggi kepada Wrexham yang tampil penuh energi dan keberanian sepanjang pertandingan.
“Wrexham bermain luar biasa dengan energi mereka dan keberanian saat melakukan pressing. Kami benar-benar dipaksa bermain di level tertinggi oleh tim yang sangat bagus,” ujar Rosenior, dikutip dari laman resmi klub.
Sepanjang pertandingan, Chelsea dibuat kerepotan oleh permainan agresif tuan rumah. The Blues bahkan harus dua kali mengejar ketertinggalan setelah gol dari Sam Smith pada menit ke-18 dan Callum Doyle pada menit ke-78.
Chelsea baru bisa menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Arthur Okonkwo pada menit ke-40 dan gol Josh Acheampong di menit ke-82 yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Momentum berubah drastis setelah Wrexham harus bermain dengan 10 orang usai George Dobson diganjar kartu merah pada masa injury time babak kedua.
Situasi ini langsung dimanfaatkan Chelsea untuk mengunci kemenangan. Dua gol penentu lahir lewat aksi Alejandro Garnacho pada menit ke-96 dan Joao Pedro pada menit 120+5.
Rosenior juga secara khusus memuji performa Garnacho yang tampil penuh selama 120 menit dan menyumbang satu gol penting. Gol tersebut menjadi gol perdana pemain asal Argentina itu di FA Cup sekaligus gol ketujuhnya di semua kompetisi musim ini.
“Dia berada dalam kondisi yang sangat bagus. Sangat menyenangkan melihatnya menemukan performa terbaiknya pada momen penting musim ini,” kata Rosenior.
Sementara itu, Garnacho sendiri mengakui duel melawan Wrexham menjadi salah satu pertandingan paling berat yang dijalani Chelsea musim ini.
“Ini kemenangan luar biasa. Saya pikir ini salah satu laga tersulit kami musim ini. Bermain di stadion seperti ini selalu menjadi pertarungan besar, bahkan kadang lebih sulit dibanding pertandingan di Premier League,” ujarnya.
Usai melewati drama di FA Cup, Chelsea kini menghadapi ujian berat dalam waktu singkat. The Blues dijadwalkan bertandang ke markas Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League, sebelum kembali ke kompetisi domestik menghadapi Newcastle United di Premier League. (*)



