KITAINDONESIASATU.COM – Dunia musik rock Indonesia berduka. Salah satu legenda hidup sekaligus bassist pendiri band rock ikonik God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada usia 77 tahun di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh pihak band melalui akun Instagram resmi @godblessrock pada Sabtu (7/3), disertai foto hitam putih sang musisi yang memiliki nama asli Jidon Patta Onda Gagola.
Dalam unggahan tersebut, keluarga besar God Bless menyampaikan pesan duka mendalam atas kepergian sosok yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam perjalanan musik rock tanah air.
“Berita duka cita. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist dan salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta di RS Fatmawati Jakarta,” tulis pernyataan resmi band tersebut.
Mereka juga memohon doa serta keikhlasan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup, sembari berharap seluruh amal dan kebaikannya diterima di sisi Tuhan.
Kabar kepergian Donny Fattah juga disampaikan oleh produser musik Adib Hidayat melalui unggahan di akun X miliknya, yang turut menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya salah satu ikon rock Indonesia.
Dari informasi yang beredar, jenazah almarhum disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka RS Fatmawati sebelum dimakamkan di TPU Kampung Kandang. Namun, waktu pemakaman akan diumumkan kemudian oleh pihak keluarga.
Sebagai musisi, Donny Fattah dikenal luas sebagai salah satu pilar penting dalam sejarah musik rock Indonesia. Ia lahir pada 24 September 1949 dan mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia musik.
Selain dikenal sebagai bassist dan pendiri God Bless, Donny juga pernah tercatat sebagai anggota grup rock Gong 2000.
Kontribusinya tidak berhenti di sana. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek album musisi rock ternama Indonesia seperti Ikang Fawzi dan Nicky Astria, menjadikan namanya semakin dihormati di industri musik.
Donny Fattah meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah lama berjuang melawan komplikasi tiga penyakit serius, yakni sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan penyakit autoimun.
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, kecintaan Donny terhadap musik tidak pernah padam. Bahkan di tengah sakit yang dideritanya, ia tetap memandang panggung sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Kepergian Donny Fattah pun meninggalkan jejak besar dalam sejarah musik rock Indonesia, sekaligus menjadi kehilangan mendalam bagi para penggemar dan insan musik tanah air. (*)


