KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah meledak. Iran dilaporkan membidik sedikitnya enam pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, hanya beberapa jam setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan ke wilayahnya, Sabtu (28/2).
Berdasarkan analisis mendalam media raksasa Amerika, The New York Times, yang mengolah citra satelit, video terverifikasi, dan pernyataan pejabat militer AS, serangan balasan Teheran menyasar titik-titik strategis di Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, serta tiga lokasi di Kuwait.
Salah satu target paling mencolok adalah markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Video terverifikasi memperlihatkan rudal dan drone menghantam kawasan tersebut.
Citra satelit yang diambil Minggu (1/3) menunjukkan dua terminal komunikasi satelit hancur total. Beberapa bangunan besar di kompleks itu rusak berat, bahkan rata dengan tanah. Area pelabuhan disebut tampak relatif kosong dari kapal perang saat serangan berlangsung.
Di Kuwait, serangan menghantam Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem. Pejabat AS melaporkan tiga personel militer tewas dan lima lainnya mengalami luka serius di Camp Arifjan, meski hingga kini belum ada gambar resmi serangan tersebut dirilis ke publik.
Foto yang beredar pada Minggu sore memperlihatkan atap runtuh di sejumlah bagian Pangkalan Udara Ali Al Salem—menguatkan laporan serangan sehari sebelumnya.
Di Bandara Internasional Erbil, Irak—lokasi penempatan pasukan AS—rekaman video dan foto menunjukkan asap tebal dan kobaran api membumbung tinggi sepanjang Sabtu hingga Minggu. Empat bangunan dilaporkan rusak atau hancur, dan api bahkan masih terlihat hingga Senin dini hari.
Sementara itu di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai, asap terlihat mengepul dari sebuah bangunan besar di zona rekreasi Angkatan Laut AS yang berpagar. Meski bukan pangkalan resmi, pelabuhan ini dikenal sebagai salah satu yang paling sering digunakan oleh armada AS.
Sebuah video yang viral juga memperlihatkan drone terbang di atas Camp Buehring, Kuwait, sebelum meledak di dalam perimeter pangkalan. Namun titik pasti ledakan dan tingkat kerusakan masih belum dapat diverifikasi.
Tingkat kerusakan di setiap lokasi berbeda-beda, dan hingga kini belum ada laporan korban tambahan di lima titik lainnya. Namun serangan terkoordinasi ini memicu kekhawatiran serius soal kemampuan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah untuk menahan gelombang serangan lanjutan. (Sumber: Anadolu)



