KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam sebuah Sekolah Dasar (SD) khusus perempuan di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran Selatan, Sabtu (28/2/2026). Insiden mematikan ini dilaporkan mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas, yang sebagian besar adalah siswi sekolah tersebut.
Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, serangan terjadi tepat di hari pertama pekan kerja di Iran saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung. Selain korban tewas, sedikitnya 48 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat.
Pejabat provinsi menyebutkan bahwa bangunan sekolah hancur total akibat hantaman langsung rudal dalam operasi yang diklaim Israel sebagai “serangan pendahuluan” untuk menetralisir ancaman.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai kejahatan perang yang keji terhadap anak-anak yang tidak berdosa. Ia juga membagikan foto-foto kondisi sekolah yang luluh lantak di media sosial sebagai bukti agresi tersebut.
Serangan ini memicu gelombang balasan besar-besaran dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang segera meluncurkan rentetan rudal dan drone ke arah Israel serta beberapa pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Qatar dan Bahrain.
Dunia internasional kini dalam kondisi waspada penuh seiring dengan kekhawatiran pecahnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.(*)

