Berita UtamaBisnis

Harga Kurma di Ponorogo Naik Drastis Permintaan Terbesar untuk Menu Makan Bergizi Gratis

×

Harga Kurma di Ponorogo Naik Drastis Permintaan Terbesar untuk Menu Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
kurma
Kurma makanan wajib buka puasa (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Permintaan buah kurma di bulan Ramadhan saat ini mengalami peningkatan signifikan, sementara stok kurma di sejumlah pedagang di Ponorogo, Jawa Timur menipis.

Menurut beberapa penjual kurma di wilayah Kota Ponorogo di sisi lain panen kurma tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya, sementara stok menipis dan permintaan naik, dampaknya kini harga korma pun turut naik.

Permintaan tertinggi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digunakan sebagai menu untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga kurma di pasaran semakin menipis, dampaknya, harga kurma pun merangkak naik.

Seorang warga di Ponorogo mengatakan saat ini, harga kurma kemasan boks isi 10 kilogram harganya mencapai Rp345 ribu, padahal sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp210 ribu hingga Rp245 ribu per boks.

Hajar Handayani, pedagang kurma di Tonatan Kota Ponorogo seperti diungkapkan kepada Radio Gema Surya Ponorogo mengatakan stok kurma yang tersedia semakin terbatas.

“Stok kurma sekarang menipis, karena panennya tidak sebanyak tahun lalu. Jadi otomatis harga juga ikut naik,” ujar Ny Ani, sapaan akrabnya seperti dilansir gemasuryafm.com.

Lebih jauh Ny Ani menjelaskan, kenaikan harga terjadi secara bertahap setiap hari, tidak langsung naik, namun dari hari ke hari harganya terus merangkak naik.

“Awalnya masih Rp210 ribu, lalu naik jadi Rp245 ribu, dan sekarang sudah menyentuh Rp345 ribu per boks dengan berat 10 kilogram. Naiknya bertahap,” ujar Ny Ani.

Dikatakan oleh Ny Ani tingginya permintaan turut memengaruhi lonjakan harga kurma di pasaran wilayah Ponorogo.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga selama Ramadhan, kurma saat ini juga banyak digunakan untuk salah satu menu program Makan Bergizi Gratis saat ini yang dibawa pulang anak-anak sekolah.

“Permintaan sekarang memang sedang banyak. Tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tapi juga untuk program MBG yang dibawa pulang, banyak yang pakai kurma,” ujar seorang pedagang kurma lainnya.

Pada hal sebelum bulan Ramadhan banyak para pedagang sebenarnya sudah melakukan stok dalam jumlah cukup banyak, namun karena tingginya permintaan, stok tersebut tetap cepat habis.

“Sebelum Ramadan kami sudah stok, tapi tetap saja ludes. Biasanya kami ambil dari Surabaya, sekarang sampai harus cari ke kota lain untuk mencukupi kebutuhan yang terus meningkat setiap hari,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *