KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pelajar siswi SMKN 3 Semarang bernama Naomi Daviola Steyanie (17) tersesat selama tiga hari di Gunung Slamet Jateng akhirnya ditemukan.
Naomi dilaporkan hilang sejak 6 Oktober 2024 saat mengikuti open trip pendakian, dan ditemukan oleh tim SAR pada 8 Oktober 2024 di sekitar Pos 7 dalam kondisi lemas namun sehat.
Proses pencarian dimulai setelah pihak sekolah melaporkan ketidakhadiran Naomi di kegiatan Praktik Kerja Lapangan, dan keluarga serta tim SAR segera dikerahkan untuk mencarinya.
Naomi ditemukan oleh tim SAR di Pos 7 jalur pendakian Baturraden, duduk di bawah pohon di dekat warung yang tutup. Setelah ditemukan, kondisinya lemas dan sempat dipapah oleh tim SAR hingga Pos 2, Naomi kemudian berjalan sendiri ke basecamp.
Dia bertahan hidup dengan tiga potong roti. Saat ini, Naomi sedang dalam pemulihan di PKU Muhammadiyah dan dianjurkan untuk istirahat satu hari di rumah sakit.
Selitar 60 jam tersesat Naomi sendiiri bisa bertahan berusaha bertahan hidup selama tiga hari di Gunung Slamet dengan menggunakan minimal perbekalan.
Saat itu Naomi hanya memiliki tiga potong roti sebagai perbekalan selama tiga hari.
Ia mengonsumsinya secara hati-hati sehingga dapat bertahan selama waktu yang cukup panjang.
Beruntung Naomi masih menemukan air minum didapatkan dari sungai yang mengalir di jalur pendakian di gunung berketinggian 3,432 Mdpl.
Hal ini memberikan kesempatan bagi Naomi untuk mendapatkan air segar meskipun dalam situasi sulit.
Selama tiga hari, Naomi menghadapi cuaca hujan yang membuat situasinya semakin sulit.
Ia berteduh di bawah pohon dan menggunakan jas hujan untuk melindungi diri dari hujan.
Banyak warganet yang kagum dengan keberanian dan kekuatan fisik serta mental Naomi yang berhasil bertahan selama tiga hari di alam bebas.
Ia tetap kuat dan berjalan dengan normal saat ditemukan oleh tim SAR.
Naomi ditemukan sekitar 10 meter di belakang warung yang tutup di Pos 7 Gunung Slamet.
Ia masih duduk di bawah pohon saat ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Dengan kombinasi dari strategi penggunaan perbekalan yang minimal, penyebaran air minum dari sungai, dan keberanian mental yang tinggi, Naomi berhasil bertahan hidup selama tiga hari di Gunung Slamet.*
