KITAINDONESIASATU.COM – Hampir setiap orang mengalami jatuh cinta, bahkan jatuh cinta untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang mengubah hidup.
Hingga membuat sebagian besar orang mengatakan jika cinta pertama sulit dilupakan, mengapa cinta pertama seringkali begitu sulit dilupakan?
Tak peduli berapa banyak waktu berlalu atau berapa banyak hubungan yang Anda miliki setelahnya, sulit untuk melupakan cinta pertama Anda.
Dr Holly Schiff, seorang psikolog klinis dari Amerika Serikat pengalaman ini tidak hanya membuka dunia yang penuh kegembiraan tetapi juga dapat menimbulkan perasaan takut.
“Pengalaman ini tidak seperti apa pun yang pernah Anda alami, dan cinta pertama Anda menjadi sesuatu yang abadi dalam ingatan Anda,” kata Schiff.
Selain itu, ikatan kimia yang Anda alami saat jatuh cinta, seperti hormon cinta oksitosin, dapat membuat kenangan itu lebih hidup.
Hal-hal sederhana seperti berpelukan, berciuman, dan bermesraan dapat menghubungkan Anda secara kimiawi dengan cinta pertama Anda.
Cinta pertama sering kali disertai dengan tonggak penting baru lainnya seperti ciuman pertama, pengalaman seksual pertama, pertama kali belajar berkompromi, atau pertama kali memperjuangkan keadilan.
Gambaran di atas bukan gambaran cinta pertama di negara-negara timur, yang rata-rata tidak begitu mengenal kehidupan seperti itu, akan tetapi kini zaman sudah berubah.
“Anda sering kali membawa kenangan ini seumur hidup. Cinta pertama juga mewakili masa muda atau periode masa muda, sesuatu yang dikagumi dan didambakan setiap orang,” analisis pakar tersebut.
Namun, itu bukan satu-satunya alasan mengapa sulit untuk melupakan cinta pertama Anda.
Menurut Dr. Robin Buckley, cinta itu adiktif, beberapa neurotransmiter yang mirip dengan yang ada pada kecanduan lain juga diaktifkan ketika orang sedang jatuh cinta, seperti hormon kebahagiaan: endorfin, dopamin, dan serotonin.
“Otak belajar untuk menginginkan, melepaskan dan memproduksi neurotransmiter ini,” kata Robin Buckley.
Zat kimia yang menimbulkan perasaan senang ini menciptakan euforia, terutama ketika dikombinasikan dengan sentuhan fisik.
Menurut Buckley, bahkan lebih banyak neurotransmiter dilepaskan selama hubungan seksual. Ketika Anda mengalami hal ini di usia remaja, jalur penghargaan otak menjadi sangat sensitif.
“Rasanya seperti euforia seorang pecandu yang menang judi untuk pertama kalinya; kita ingin mengalami ‘pertama kali’ itu lagi,” kata Buckley sembari mempertanyakan mengapa melupakan cinta pertama begitu sulit.
Banyak orang mengalami cinta pertama mereka di usia remaja, pada usia ini, daya ingat dan kemampuan pemrosesan kita berada pada puncaknya.
Karena daya ingat yang kuat ini, Anda lebih mungkin mengingat pengalaman cinta tersebut dengan jelas.
“Cinta pertama tak terlupakan karena meninggalkan ‘jejak’ pada area sensorik otak,” kata Joseph Bordenlon, seorang konselor pernikahan (AS).
Menurut para ahli, ketika ingatan diaktifkan, kesan-kesan ini menjadi intens dan membangkitkan emosi yang kuat.
Oleh karena itu, mendengar atau melihat lagu yang pernah Anda dan cinta pertama Anda gunakan untuk berdansa dapat membangkitkan perasaan nostalgia dan mengaduk emosi. **




