KITAINDONESIASATU.COM – Dua kekalahan laga terakhir Persebaya benar-benar membuat kekecewaan berat skuad Bajol Ijo kalah dari Bhayangkara FC (1-2) dan Persijap 3-1, namun itu tak boleh berlarut.
Sebab tidak ada ruang untuk berlarut mengingat Persebaya harus segera kembali berdiri tegak tiga hari berselang sudah harus menghadapi lawan berat PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo Rabu (25/2/2026).
Laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 itu akan digelar di malam pukul 20:30 WIB menjadi duel klasik kedua tim ini selalu panas.
Akan tetapi situasi kali ini terasa lebih menekan bagi Persebaya yang masih dibayangi dua hasil negatif sebelumnya di kandang sendiri dan laga tandang.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan fokus utamanya bukan taktik, melainkan memulihkan tenaga dan mental anak asuhnya secepat mungkin.
“Saat ini target pertama saya adalah melihat kondisi para pemain, kemudian menganalisa pertandingan melawan Persijap, untuk selanjutnya fokus laga melawan PSM Makassar,” ujar Bernardo.
Perhatian besar pada recovery memang beralasan, selain jeda yang sangat pendek, tim harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh hingga delapan jam dari Jepara menuju Kota Surabaya.
Perjalanan panjang itu menguras fisik sekaligus emosi, dan bisa berdampak pada konsentrasi saat laga penting.
Situasi makin menantang karena PSM datang dengan modal waktu istirahat lebih panjang satu hari di banding istirahat Bajol Ijo.
Dalam pertandingan berintensitas tinggi, selisih kecil itu bisa menjadi pembeda bagi performa tim.
“Mereka memiliki keuntungan istirahat satu hari lebih banyak dari kami. Sekarang kami akan memiliki mungkin tujuh atau delapan jam perjalanan, itu tidak mudah bagi para pemain,” jelas Tavares.
Masalah belum berhenti di sana, Persebaya dipastikan tampil tanpa Rachmat Irianto yang terkena kartu merah, serta Toni Firmansyah akibat akumulasi kartu kuning.
Kondisi skuad yang belum utuh membuat staf pelatih harus memutar otak meracik komposisi terbaik dari pemain yang tersedia dengan kondisi yang prima.
“Dengan banyaknya pemain cedera serta pemain yang tidak bisa bermain karena kartu merah dan kartu kuning, kami harus membuat rencana yang baik dan melihat pemain yang ada,” pungkasnya. **

