News

Dua Balita di Ngawi Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Sungai Desa Ngale, Begini Kronologinya

×

Dua Balita di Ngawi Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Sungai Desa Ngale, Begini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Dua Balita di Ngawi Meninggal
Dua Balita di Ngawi Meninggal

KITAINDONESIASATU.COMPeristiwa tragis menimpa dua keluarga di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Dua balita berinisial A dan M ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai desa setempat. Kejadian ini mengundang duka mendalam dan menjadi perhatian warga sekitar.

Hilang Saat Bermain, Ditemukan di Sungai

Insiden bermula ketika kedua anak yang rumahnya saling berdekatan dilaporkan tidak kunjung pulang usai bermain pada siang hari. Keluarga yang merasa curiga segera melakukan pencarian bersama warga.

Petunjuk awal muncul setelah ditemukan sandal serta mobil mainan milik korban di tepi sungai. Temuan tersebut membuat pencarian difokuskan ke aliran sungai yang melintas di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi.

Beberapa saat kemudian, kedua balita ditemukan di dua titik berbeda dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter. Kedalaman sungai dilaporkan mencapai setinggi dada orang dewasa, sehingga cukup berbahaya bagi anak kecil.

Hasil Pemeriksaan dan Penanganan Polisi

Petugas kepolisian bersama tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal.

Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak berwenang memastikan peristiwa ini merupakan kecelakaan murni akibat tenggelam.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kedua balita kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Bahaya Sungai di Area Permukiman

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai.

Struktur tepian yang licin, tanpa pagar pengaman, serta kedalaman air yang berubah-ubah meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Orang tua diimbau lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *